Skuat asuhan Stephen Heng Seng hanya bermain di
sepertiga lapangan saat menghadapi timnas U-23 Indonesia pada
Kualifikasi Piala AFC U-23 Grup H di Stadion Utama Gelora Bung Karno,
Minggu (29/3/2015).
Sekiranya ball possession yang dikuasai pasukan
Garuda Muda jauh mendominasi ketimbang Brunei. Indonesia memiliki
statistik 98,5 persen penguasaan bola sedangkan Brunei hanya 1,5
persennya.
Statistik yang terlampau jauh itu, membuat
pelatih Aji Santoso harus merubah pola menyerang atau menarik beberapa
pemain Brunei untuk keluar jika ingin kembali meraih poin penuh. Para
pemain Brunei terlihat cepat kembali ke belakang untuk memadati sektor
tengah di jantung pertahanan mereka.
Hingga memasuki babak kedua skor masih belum
tercipta, delapan kali tendangan penjuru yang dimiliki Manahati Lestusen
Cs tak membuahkan satu gol pun meski banyak juga dalam hal tendangan
percobaan.
Sebelumnya, Brunei mendapatkan tendangan penalti
usai Hansamu Yama melanggar Nur Syazwan di dalam kotak penalti.
Gelandang bernomor punggung 17, Aimmil Rahman yang menjadi eksekutor,
gagal mencatatkan namanya dipapan skor usai kiper Indonesia, M Natshir
berhasil membaca arah bola pada menit ke-6.
sumber: http://www.tribunnews.com/superball/2015/03/29/indonesia-vs-brunei-darussalam-brunei-darussalam-main-alot

Tidak ada komentar:
Posting Komentar