Mantan pegawai magang di Gedung Putih sekaligus mantan kekasih gelap Presiden Bill Clinton itu menjadi berita utama di seluruh dunia pada tahun 1998.
Sambil menggambarkan dirinya sebagai salah satu korban pertama pelecehan online, katanya internet telah menciptakan budaya di mana orang menikmati membuat dan melihat orang lain menjadi malu secara online.
Sambutannya menerima tepuk tangan meriah.
Ini adalah kedua kalinya dia telah berbicara secara terbuka sejak menghilang dari mata publik pada tahun 2005. Pada bulan Oktober dia berbicara di Forbes 'Under 30 Summit.
Dia memulai pidatonya dengan bercanda bahwa dia adalah satu-satunya orang yang berumur sekitar 40 tahunan yang tidak ingin menjadi 22 lagi.
"Pada usia 22, saya jatuh cinta dengan bos saya. Pada usia 24, saya belajar konsekuensi yang sangat besar tersebut."
Internet, katanya, telah membuat penghinaan terhadap dirinya sendiri jauh lebih buruk.
"Pada tahun 1998, setelah terseret di sebuah roman yang mustahil, saya kemudian tersapu ke pusaran politik, hukum dan media seperti yang belum pernah kita lihat sebelumnya."
Dan skandal tertentu ini, katanya, "disajikan ke anda oleh revolusi digital".
"Ketika cerita itu tersebar secara online. Itu adalah yang pertama kalinya berita tradisional telah dirampas oleh internet sebagai berita utama," katanya kepada penonton Ted.
Meskipun tidak ada media sosial pada tahun 1998 seperti yang kita kenal sekarang, gambar Lewinsky yang terkenal memakai baret hitam dengan cepat tersebar bagai virus secara online, dan begitu juga dengan komentar yang diposting untuk menanggapi artikel online saat lelucon tentang rincian perselingkuhannya diemail ke seluruh dunia.
"Saya berubah dari sosok pribadi menjadi figur publik yang dipermalukan di seluruh dunia. Ada massa virtual yang menjadi pelempar batu."
"Saya dicap sebagai pelacur, jalang, dan murahan. Saya kehilangan reputasi dan martabat saya dan saya hampir kehilangan hidup saya."
"Tujuh belas tahun yang lalu tidak ada nama untuk itu tapi sekarang kita menyebutnya cyberbullying atau pelecehan online," katanya.
Organisasi amal di Inggris, Childline, melaporkan peningkatan 87% dalam penyuaraan yang berkaitan dengan pelecehan online tahun lalu dan, menurut badan amal anak-anak, NSPCC, satu dari lima anak sekarang diganggu secara online.
Tahun lalu, sebuah studi yang dilakukan di Belanda menemukan bahwa cyberbullying lebih mungkin membuat anak-anak muda untuk bunuh diri dibandingkan offline.
Apa yang dimaksud dengan cyberbullying?
Hal ini dapat meliputi:
- SMS pesan menakutkan atau kasar melalui ponsel
- Mengirim foto tidak menyenangkan melalui telepon seluler
- Menggunakan papan pesan online, chatroom atau jaringan sosial untuk mengirim pesan yang dapat dinilai kejam
- Menghapus nama korban atau mengabaikan pesan mereka pada kelompok atau jaringan sosial
Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi cyberbullying
- Memberitahu seseorang, baik itu anggota keluarga, guru atau orang dewasa yang terpercaya lainnya, jika seseorang mengganggu Anda
- Jangan menanggapi pesan tapi simpan sebagai bukti
- Jangan terllau diambil hati
- Jangan memberikan informasi pribadi Anda sendiri atau teman-teman
- Hati-hati dengan apa yang Anda tulis dan posting secara online
- Tahu bagaimana untuk memblokir atau melaporkan orang
- Jangan menambah masalah dengan menyukai atau berbagi gambar tidak baik atau komentar
Lewinsky menceritakan kisah Tyler Clementi yang berusia 18 tahun, yang juga merupakan seorang mahasiswa di Universitas Rutgers di New Jersey ketika teman sekamarnya menyiapkan webcam dan merekam video dia di tempat tidur bersama dengan pria lain.
Hasil pelecehan online membuat Mr Clementi bunuh diri dengan cara melompat dari George Washington Bridge.
"Kematian Tyler yang tragis dan tidak masuk akal menjadi titik balik bagi saya," kata Lewinsky.
"Ini hampir sama dengan pengalaman saya, saya mulai melihat segalam macam penghinaan yang terjadi di sekitar saya dan melihat sesuatu yang berbeda... setiap harinya secara online, orang-orang khususnya anak muda yang tidak dibekali kemampuan untuk mengatasi ini menjadi sangat tertindas dan tidak ingin hidup lagi. Dan beberapanya memang telah memutuskan untuk tidak akan ingin hidup lagi."
Itu, katanya, tidak dapat diterima. Dia mendesak orang-orang untuk melakukan komunikasi online mereka dengan lebih banyak kasih sayang.
"Kirim komentar positif, bayangkan jika Anda berada pada posisi orang tersebut," katanya.
Budaya malu
Teknologi, katanya, telah membuat hal memalukan diketahui semua orang.
"Dulu hanya keluarga Anda saja yang tahu, sekolah, desa, tapi sekarang sudah sampai ke komunitas online secara keseluruhan.
"Semakin memalukan, semakin banyak pula klik dan dolar yang didapat dari hasil iklan. Kita menghasilkan uang dari sebuah penderitaan."
Dia menunjuk kasus terakhir seperti bocornya foto bugil selebriti seperti Jennifer Lawrence.
"Salah satu situs gosip memiliki lima juta hits untuk yang satu ini," katanya.
Dan ketika situs Sony Pictures diretas, email pribadi antara eksekutif dan aktor merupakan yang paling banyak diminati karena mereka adalah orang-orang yang akan menjadi korban "penghinaan umum" katanya.
Internet telah membuat orang-orang mati rasa terhadap penderitaan dan penghinaan orang lain, ia menyimpulkan.
Lewinsky mengakhiri pidatonya dengan catatan pribadi, menjelaskan mengapa ia memutuskan untuk berbicara setelah bungkam selama satu dekade.
"Sudah waktunya untuk berhenti mengorek masa lalu saya, sudah waktunya saya untuk melanjutkan cerita hidup dan biarkan orang lain tahu bahwa kalian bisa bertahan."
Sumber: BBC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar