Kamis, 19 Maret 2015
Obama mengingatkan Iran tentang kesempatan 'langka'
Presiden AS Barack Obama telah memberitahukan kepada rakyat Iran bahwa kesepakatan untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara masih dapat dilakukan.
"Kita memiliki kesempatan terbaik dalam beberapa dekade ini untuk mengejar masa depan yang berbeda antar negara kita," katanya dalam pesan video untuk Tahun Baru Persia.
Enam kekuatan dunia sedang bernegosiasi kesepakatan yang bertujuan untuk membatasi aktivitas nuklir Iran yang harus segera diselesaikan pada bulan Maret ini.
Sang presiden mengakui masih ada "kesenjangan" dalam negosiasi tapi beliau masih menaruh harapan.
"Kesempatan ini mungkin tidak akan datang lagi," kata Presiden Obama dalam pesannya saat merayakan Nowruz.
"Saya percaya bahwa bangsa kita memiliki kesempatan bersejarah untuk mengatasi masalah ini secara damai. Ini merupakan kesempatan yang tidak boleh kita lewatkan"
Jika para pemimpin Iran menyetujui kesepakatan yang masuk akal, maka negara tersebut akan berada di jalan menuju kemakmuran, katanya.
Hukuman bahwa Iran akan diisolasi akan diterapkan jika kesepakatan tidak juga tercapai, ia menambahkan.
John Kerry telah mewakili AS dalam pembicaraan isu nuklir.
Tapi presiden belum meyakinkan Kongres AS tentang manfaat kesepakatan, dan banyak anggota parlemen tetap menentang pelonggaran sanksi.
Awal bulan ini, 47 senator Republik memperingatkan para pemimpin Iran bahwa kesepakatan mengenai program nuklir Teheran bisa dicabut setelah Obama mangkat dari jabatannya.
Langkah itu dikecam oleh Gedung Putih sebagai upaya untuk melemahkan kebijakan luar negeri presiden. Menurut pejabat yang tidak disebutkan namanya yang berbicara dengan kantor berita Associated Press, kesepakatan yang dihasilkan dalam pembicaraan panjang ini akan memberikan dampak baik bagi Teheran, seperti memotong 40% jumlah mesin yang dapat digunakan untuk membuat bom atom.
Sebagai imbalannya, sanksi ekonomi akan berkurang tajam dan embargo PBB senjata konvensional akan dicabut sebagian.
Poin yang sulit diperkirakan meliputi kecepatan di mana sanksi akan dicabut, berapa lama kesepakatan itu akan berlangsung dan berapa banyak fasilitas nuklir Iran akan terbuka untuk pemeriksaan.
Pada hari Kamis, surat lintas partai yang ditandatangani oleh 360 anggota Kongres dikirim ke presiden, mengingatkannya bahwa pencabutan sanksi AS terhadap Iran tetap akan membutuhkan undang-undang baru dari Kongres.
Iran menegaskan program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai tetapi anggota masyarakat internasional tetap takut akan adanya kemungkinan ambisi militer.
Pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bertemu untuk hari keempat berturut-turut di Swiss.
Enam kekuatan dunia - Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris, Jerman dan Perancis - dan Iran berharap untuk mencapai kesepakatan kerangka kerja pada 31 Maret.
Sumber: BBC
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar