Pelatih Aji Santoso mengatakan skuatnya kewalahan
meladeni permainan cepat Korea Selatan pada Kualifikasi Piala Asia U-23
di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa 31 Maret.
Strategi di babak pertama yang berhasil meredam Korsel pun dimainkan di
babak kedua oleh Aji. Namun, Garuda Muda justru diberondong empat gol
usai turun minum.
"Babak pertama kami lebih sedikit bertahan, antara pemain belakang dan
pemain depan jaraknya tak terlalu jauh. Babak kedua pun sebenarnya saya
masih menerapkan strategi yang sama. Hanya kenyataannya berbeda di
lapangan," ucap Aji dalam konferensi pers usai pertandingan.
"Saya menginstruksikan para pemain untuk disiplin pada posisi
masing-masing dan tak terlalu banyak menyerang. Saya pikir dengan hasil
imbang saja kita sudah lolos," sambung aji.
Namun, ia beranggapan bahwa strategi tersebut bukan untuk sepenuhnya
bertahan. Aji mengimbau para pemainnya untuk mengandalkan serangan balik
cepat.
Atas kekalahan ini, Indonesia berharap bisa lolos menjadi lima runner-up
terbaik di kualifikasi. Penentuan runner-up terbaik akan diambil
setelah seluruh grup selesai melakukan kualifikasi.
sumber: http://bola.metrotvnews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar